
JAKARTA - Penjualan rumah subsidi pada semester I 2026 mengalami penurunan sebesar 24,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi penjualan tercatat sebanyak 91.531 unit, turun dari 120.976 unit pada semester I 2025.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan penurunan tersebut dipengaruhi berbagai tantangan, terutama persoalan perizinan. Meski demikian, pemerintah tetap optimistis target penyaluran rumah subsidi tahun ini dapat tercapai.
Menurut Maruarar, pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Dalam Negeri untuk mempercepat proses perizinan sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih lancar.
Terkait usulan pengembang agar harga rumah subsidi dinaikkan hingga 15% akibat kenaikan harga material, Maruarar menyatakan pemerintah masih menunggu penyampaian resmi dari asosiasi pengembang sebelum mengambil keputusan.
Selain persoalan perizinan, penurunan penjualan juga dipengaruhi oleh meningkatnya biaya material, keterbatasan lahan akibat kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), melemahnya daya beli masyarakat, serta kendala dalam proses persetujuan kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Pemerintah akan mempelajari seluruh masukan dari pelaku usaha sebelum menentukan langkah lanjutan guna mendorong peningkatan penjualan rumah subsidi pada paruh kedua tahun 2026.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |