
PEKANBARU - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Riau pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 23.144 kunjungan. Angka tersebut tumbuh 3,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 22.452 kunjungan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau menunjukkan, kunjungan wisman tersebut dihimpun melalui empat pintu masuk imigrasi serta metode Mobile Positioning Data (MPD).
Dari empat pintu masuk imigrasi, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi penyumbang kunjungan terbanyak dengan 3.748 kunjungan. Kemudian Pelabuhan Dumai mencatat 1.273 kunjungan, Pelabuhan Bengkalis 1.119 kunjungan, dan Pelabuhan Tanjung Harapan Meranti sebanyak 709 kunjungan.
“Pada Agustus 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang tercatat datang ke Provinsi Riau melalui empat pintu utama masuk imigrasi mencapai 6.849 kunjungan,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Riau Fitri Hariyanti, Kamis (1/10/2026).
Sementara melalui metode MPD di Kabupaten Bengkalis, tercatat 16.295 kunjungan wisman. Jika digabungkan dengan data dari pintu imigrasi, total kunjungan mencapai 23.144 kunjungan.
Namun, pertumbuhan secara bulanan tersebut belum diikuti pertumbuhan secara tahunan. Dibandingkan Agustus 2025, jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2026 justru mengalami penurunan 10,51 persen.
Malaysia masih menjadi negara asal wisman dengan kontribusi terbesar. Wisatawan asal negara tersebut menyumbang 47,27 persen dari total kunjungan. Berikutnya berasal dari Tiongkok sebesar 8,12 persen, Filipina 5,69 persen, dan India 4,08 persen.
Pergerakan wisman juga tercermin dalam aktivitas jasa akomodasi di Riau. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Agustus 2026 berada di angka 49,99 persen.
Angka tersebut mengalami penurunan 1,19 poin dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 51,18 persen. Sebaliknya, jika dibandingkan Agustus 2025, TPK meningkat 6,31 poin dari 43,68 persen.
“TPK merupakan salah satu indikator yang dapat mencerminkan tingkat produktivitas usaha jasa akomodasi. Jika TPK besar dan cenderung mendekati 100 persen, maka dapat diartikan bahwa sebagian besar kamar laku terjual,” jelas Fitri.
Berdasarkan klasifikasi hotel, tingkat hunian tertinggi dicatat hotel bintang empat dengan TPK sebesar 60,80 persen.
Untuk rata-rata lama menginap, seluruh tamu hotel berbintang, baik domestik maupun asing, tercatat 1,34 malam. Khusus wisman, rata-rata lama menginap mencapai 2,39 malam.
“RLMT tamu asing pada Agustus 2026 tercatat 2,39 malam. Dengan angka tersebut, rata-rata tamu asing yang menginap di hotel berbintang Riau berada di hotel selama sekitar dua hingga tiga malam,” ujar Fitri.
Durasi tersebut lebih panjang dibandingkan tamu domestik yang rata-rata menginap 1,32 malam. Hotel bintang empat juga tercatat sebagai kelas hotel dengan durasi menginap terpanjang untuk keseluruhan kategori tamu.
BPS Riau akan terus memperbarui data pariwisata dan perhotelan secara berkala. Informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan perencanaan bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha dalam mengembangkan sektor pariwisata Riau.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |