
GOSTIVAR - Wabah gangguan pencernaan melanda wilayah Gostivar, Makedonia Utara, setelah sekitar 1.500 orang dilaporkan mengalami muntaber atau gastroenteritis. Pemerintah setempat kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti lonjakan kasus tersebut, dengan dugaan sementara mengarah pada masalah pasokan air.
Otoritas kesehatan Makedonia Utara menyatakan peningkatan jumlah pasien terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat Pusat Kesehatan Masyarakat Tetovo menetapkan adanya kejadian epidemi di wilayah Kotamadya Gostivar, yang berada sekitar 50 kilometer sebelah barat daya ibu kota Skopje.
Ahli epidemiologi Zorica Zafirovska mengatakan hingga kini sumber infeksi belum dapat dipastikan. Namun, pemeriksaan terhadap sistem penyediaan air kota sedang dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kontaminasi yang menyebabkan banyak warga mengalami gangguan kesehatan.
"Meski sumber infeksi belum diketahui, para ahli sedang melakukan pengujian terhadap pasokan air," ujar Zafirovska.
Sejak, Jumat, pemerintah setempat telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak menggunakan air dari jaringan pasokan kota untuk sementara waktu.
Langkah tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium mengenai kualitas air yang digunakan warga sehari-hari.
Lonjakan pasien dengan gejala gastroenteritis mulai terlihat sejak awal pekan. Rumah sakit di wilayah tersebut kemudian menerima ratusan hingga ribuan pasien dengan keluhan muntah dan diare.
Kepolisian Makedonia Utara turut melakukan penyelidikan terkait kemungkinan adanya kelalaian dalam pengelolaan air bersih.
Pihak berwenang menduga perusahaan pengelola air setempat mungkin melakukan kesalahan yang menyebabkan limbah masuk ke jaringan air kota. Namun, dugaan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan dan belum dinyatakan sebagai penyebab resmi.
Kementerian Dalam Negeri Makedonia Utara menyatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus tersebut. Jika terbukti terjadi pencemaran air minum yang disengaja maupun akibat kelalaian, kasus itu dapat masuk kategori tindak pidana.
Krisis kesehatan ini terjadi ketika Makedonia Utara sedang menghadapi suhu tinggi dengan temperatur mencapai lebih dari 35 derajat Celsius.
Cuaca panas dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit tertentu, terutama jika sistem penyediaan air dan sanitasi mengalami gangguan.
Pemerintah setempat terus memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat dan menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |